Erzaldi Akui Timah Belum Memuaskan Masyarakat Bangka Belitung

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Erzaldi Akui Timah Belum Memuaskan Masyarakat Bangka Belitung

Berita 24 Indonesia
Selasa, 23 Oktober 2018
Erzaldi Akui Timah Belum Memuaskan Masyarakat Bangka Belitung

Erzaldi Akui Timah Belum Memuaskan Masyarakat Bangka Belitung

Erzaldi Inginkan Seminar Nasional Pengelolaan Pemanfaatan Penambangan Berikan Kontribusi Ide dan Gagasan Untuk Perbaiki Tata Kelola Pertambangan

Erzaldi Akui Timah Belum Memuaskan Masyarakat Bangka BelitungBangka Pos/KrisyanidayatiGubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membuka seminar nasional pengelolaan pemanfaatan penambangan di Bumi Serumpun Sebalai akan memberikan kontribusi sumbangan pemikiran dan ide dalam tata kelola pertambangan di Babel, di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Senin (22/10/2018).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, berharap seminar nasional pengelolaan pemanfaatan penambangan di Bumi Serumpun Sebalai memberikan kontribusi sumbangan pemikiran dan ide dalam tata kelola pertambangan di Babel.

Seminar nasional pengelolaan pemanfaatan penambangan di Bumi Serumpun Sebalai dilaksanakan di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Senin (22/10/2018).

Erzaldi yang datang membuka acara, juga berharap para diskusi yang menghadirkan 11 pembicara dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah provinsi untuk merumuskan kebijakan terkait pertambangan.

"Harapan pada seminar, nanti akan keluar usulan kebijakan bagaimana mengelola sumber daya alam kita yang sangat luar biasa, menjadi suatu sumber yang memberikan manfaat tidak hanya bagi pelaku, tapi juga masyarakat babel khususnya, dan Indonesia umumnya," kata Erzaldi.

Orang nomor satu di Babel itu, menjelaskan timah memberikan kontribusi yang cukup besar tidak hanya bagi Babel, tapi juga Indone sia. Hal inilah menurutnya, yang membuat Sumatera Selatan enggan melepaskan Babel menjadi Provinsi.

"Sebagaimana kita ketahui timah ini sudah banyak sekali menyumbangkan tidak hanya bagi daerah kita tapi juga Indonesia. Begitu kayanya Babel, tetapi dari pertimahan ini hal-hal yang belum dapat memuaskan kita, kita banyak jadi penonton, pelaku penambangan hanya sebagian saja," jelasnya.

Erzaldi juga menginginkan hasil dari seminar yang digagas oleh Gerakan Masyarakat Peduli Babel ini tidak hanya merumuskan tentang tata kelola pertambangan melainkan juga perundangan-undangan.

Erzaldi tak menampik pertambangan juga memberikan dampak lingkungan yang tidak sedikit. Beberapa musibah besar yang melanda Babel khususnya banjir juga dipicu oleh pertambangan yang kian tak terkontrol.

"Banjir yang terjadi di Pangkalpinang maupun di Belitung, rata-rata penyebabnya penambangan. Bukan hanya penambangan sekarang, tapi yang dulu. Alhasil untuk menyelesaikan program pencegahan banjir di Pangkalpinang membutuhkan biaya Rp 400 miliar yang pekerjannya mengurangi sedimentasi dari gunung mangkol lewat pendindang, parit lalang, pasar ikan, teluk bayur, pangkalbalam baru ke laut," jelasnya.

"Sampai sekarang masih belum terselesaikan, yang baru turun penangan lebih dari Rp 100 m, itupun kerjanya serabutan, sementara penambangan jalan terus," tambahnya.

Penulis: krisyanidayati Editor: fitriadi Sumber: bangkapos.com Ikuti kami di Janda di Sumut Tewas Tanpa Busana, Pelaku Ungkap Motif Pembunuhan: Kami Sudah Punya Hubungan 3 Tahun Sumber: Berita Babel