www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bangka Belitung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Jadi Rp 59 Ribu Per Kg

Posted by On 21.14

Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Jadi Rp 59 Ribu Per Kg

Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Jadi Rp 59 Ribu Per Kg Reporter:

Servio Maranda (Kontributor)

Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

Selasa, 3 April 2018 10:18 WIB
Lada hijau, lada merah, dan cabai kering khas Sichuan. TEMPO/Nia Pratiwi

Lada hijau, lada merah, dan cabai kering khas Sichuan. TEMPO/Nia Pratiwi

TEMPO.CO, Pangkalpinang - Kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan resi gudang untuk sektor perkebunan lada dinilai justru menja di boomerang karena berdampak negatif membuat harga anjlok. Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Bangka Belitung menilai anjloknya harga lada karena pembeli di luar negeri mengira lada Bangka Belitung overstok dengan adanya resi gudang.

"Sebelum ada resi gudang harga jual ditingkat petani mencapai Rp 170 ribu per kilogram. Dengan adanya penetapan resi gudang harga semakin turun. Bahkan hari ini harga cuma Rp 59 ribu per kilogram. Resi gudang ini seharusnya ditetapkan jika memang produksi lada melimpah. Kenyataannya barang sulit dengan total ekspor tidak pernah lebih dari 5 ribu ton per tahun," ujar Aspawi Kepala Seksi Pembibitan BP3L Bangka Belitung kepada Tempo, Selasa, 3 April 2018.

Simak: Lada Indonesia Pasok 20 Persen Kebutuhan Dunia

Aspawi mengatakan ada hal yang kurang tepat dalam penerapan sistem resi gudang sehingga perlu dirubah dan dievaluasi kembali. Resi gudang, kata dia, membuat pembeli mengira lada Bangk a Belitung over stok sehingga berlaku hukum ekonomi dimana barang sedikit harga naik dan barang melimpah harga turun. Hal tersebut jauh berbeda dengan fakta dan kondisi di lapangan.

"Ini harus diluruskan agar petani tidak terus merugi. Termasuk soal data bahwa ekspor lada Bangka Belitung mencapai 80 ribu ton. Itu data darimana. Vietnam sebagai eksportir lada nomor satu di dunia hanya 40 ribu ton. Sedangkan kebutuhan dunia juga hanya 70 ribu ton per tahun. Ekspor lada kita cuma 4,7 ribu ton. Perlu diketahui, bukan cuma Bangka Belitung yang ekspor lada, di Indonesia juga ada di Sulawesi, Kalimantan dan daerah lain," ujar dia.

Menurut Aspawi, saat ini para eksportir kesulitan mencari lada karena produksinya semakin menurun. Apalagi saat ini, kata dia, lahan sudah semakin sempit dengan banyaknya perkebunan kelapa sawit, ubi casesa dan pertambangan timah.
"Yang diutamakan saat ini bukan lagi soal berapa banyak. Namun bagaimana memanfaatkan teknologi aga r produksi lada per pohonnya meningkat, dari satu kilogram satu pohon bisa menjadi dua kilogram. Jadi saat harga turun, petani tidak rugi besar karena produksinya naik," ujar dia.

Untuk itu, kata Aspawi, pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa merubah sistem yang sudah berjalan dan melakukan pendataan secara rill berapa banyak petani lada, luas area tanam dan pohon yang produktif.
"Data dilakukan dengan rill. Jangan yang baru menanam atau ada pohon yang sudah mati masuk hitungan. Karena lada baru bisa panen saat memasuki usia 2,5 tahun sampai 3 tahun. Resi gudang ini prinsipnya bagus namun untuk kondisi normal.

Kalau harga terus anjlok, cita-cita kita merevitalisasi lada untuk mengembalikan kesejahteraan petani dan membuat petani semangat menanam, sebaiknya lupakan saja. Jadi resi gudang ini perlu dikaji ulang," ujar dia.

Ketua Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI) Zainal mengatakan ada atau tidak resi gudang tida k memiliki pengaruh terhadap eksportir. Namun dia mengakui jika saat ini eksportir kesulitan mengumpul dan membeli lada dari petani karena barang susah didapat. Bahkan kata dia, saat ini eksportir lada jumlahnya semakin berkurang.
"Sebelumnya ada 28 eksportir lada yang terdaftar. Termasuk didalamnya 5 BUMN. Namun sekarang semakin menurun. Apa yang mau diekspor jika barang tidak ada dan sulit didapat. Saat ini eksportir membeli lada dengan mengumpulkannya dari petani. Kalau sudah cukup banyak baru ekspor," ujar dia.

Zainal menambahkan pihaknya mengharapkan adanya kerjasama yang terintegrasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi meningkatkan produktivitas lada. Dia menyambut positif rencana Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman untuk menyediakan areal tanam lada yang baru seluas 45 ribu hektar.

"Yang penting harus ada pendataan. Memang resi gudang bukan merupakan indikator bisa menaikan harga jika produksi belum melimpah. Kit a perlu duduk bersama mencari solusi agar produktivitas naik dan petani kembali bergairah menanam lada," ujar dia.

Terkait Rekomendasi
  • YLKI Minta BPOM Investigasi Produk Sarden Bercacing

    YLKI Minta BPOM Investigasi Produk Sarden Bercacing

    3 jam lalu
  • Prabowo Sebut Elite Menipu, Airlangga: Ekonomi RI Naik Peringkat

    Prabowo Sebut Elite Menipu, Airlangga: Ekonomi RI Naik Peringkat

    19 jam lalu
  • Pengusaha Pulsa: Ibu Tiri Tak Lebih Kejam dari Aturan Pak Menteri

    Pengusaha Pulsa: Ibu Tiri Tak Lebih Kejam dari Aturan Pak Menteri

    21 jam lalu
  • Aliansi Driver Online Minta Tak Ada Razia Taksi Online

    Aliansi Driver Online Minta Tak Ada Razia Taksi Online

    1 hari lalu
  • Foto
  • Begini Cara Pedagang Kartu Seluler Tolak Kebijakan Kemkominfo

    Begini Cara Pedagang Kartu Seluler Tolak Kebijakan Kemkominfo

    16 jam lalu
  • Intip Proses Pembuatan Arang dari Batok Kelapa

    Intip Proses Pembuatan Arang dari Batok Kelapa

    3 hari lalu
  • Suasana Kantor Pajak Jelang Hari Terakhir Lapor SPT

    Suasana Kantor Pajak Jelang Hari Terakhir Lapor SPT

    4 hari lalu
  • Boediono Hadiri Peluncuran Buku LPI 2017

    Boediono Hadiri Peluncuran Buku LPI 2017

    5 hari lalu
  • Video
  • Lewat Internet, Anak Muda Ini Menjadi Pemain Gas Medis Nasional

    Lewat Internet, Anak Muda Ini Menjadi Pemain Gas Medis Nasional

    5 jam lalu
  • LIVE: Tempo dan BJB Experience Bersama CR-V Club Indonesia

    LIVE: Tempo dan BJB Experience Bersama CR-V Club Indonesia

    3 hari lalu
  • Ayam Goreng Karang Taruna, Usaha Warga Bantu Kurangi Pengangguran

    Ayam Goreng Karang Taruna, Usaha Warga Bantu Kurangi Pengangguran

    8 hari lalu
  • Yang Muda di Puncak Bisnis: Rex Marindo, Pemilik Warung Upnormal

    Yang Muda di Puncak Bisnis: Rex Marindo, Pemilik Warung Upnormal

    8 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Pembatasan Kartu SIM Bikin Keuntungan Konter Pulsa Turun

  • 2

    Aturan Registrasi, Pedagang Pulsa Merasa Ditipu Kemkominfo

  • 3

    Lion Air Tujuan Palembang Mendarat Darurat Akibat Dekompresi

  • 4

    Pengusaha Pulsa: Ibu Tiri Tak Lebih Kejam dari Aturan Pak Menteri

  • 5

    Pengusaha Konter Pulsa Rugi Rp 400 T Akibat Pembatasan Kartu SIM

  • Fokus
  • Menanti Gebrakan Gatot Nurmantyo Setelah Pensiun

    Menanti Gebrakan Gatot Nurmantyo Setelah Pensiun

  • Senjakala Hiburan Malam Nakal, Anies Baswedan Simpan Rencana Aksi

    Senjakala Hiburan Malam Nakal, Anies Baswedan Simpan Rencana Aksi

  • 27 Makarel Kaleng Bercacing,  Ketegasan Pemerintah Ditunggu

    27 Makarel Kaleng Bercacing, Ketegasan Pemerintah Ditunggu

  • Dilema Ojek Online, Dibutuhkan Sekaligus Diharamkan

    Dilema Ojek Online, Dibutuhkan Sekaligus Diharamkan

  • Terkini
  • Rupiah Diprediksi Menguat karena Depresiasi Laju Dolar

    Rupiah Diprediksi Menguat karena Depresiasi Laju Dolar

    47 menit lalu
  • Masih Panen, Serapan Beras Bulog Bojonegoro di Bawah 10 Persen

    Masih Panen, Serapan Beras Bulog Bojonegoro di Bawah 10 Persen

    50 menit lalu
  • Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Jadi Rp 59 Ribu Per Kg

    Harga Lada Bangka Belitung Anjlok Jadi Rp 59 Ribu Per Kg

    55 menit lalu
  • Viral Missed Call dari Luar Negeri, Kominfo: Jangan Hubungi Balik

    Viral Missed Call dari Luar Negeri, Kominfo: Jangan Hubungi Balik

    1 jam lalu
  • YLKI Minta BPOM Investigasi Produk Sarden Bercacing

    YLKI Minta BPOM Investigasi Produk Sarden Bercacing

    3 jam lalu
  • Registrasi Kartu Prabayar Kini Bisa di Pedagang Pulsa

    Registrasi Kartu Prabayar Kini Bisa di Pedagang Pulsa

    4 jam lalu
  • Restitusi Pajak Akan Dipercepat, Nilainya Naik 10 Kali Lipat

    Restitusi Pajak Akan Dipercepat, Nilainya Naik 10 Kali Lipat

    4 jam lalu
  • Pesawat Lion Air yang Mendarat Darurat Bawa 206 Orang

    Pesawat Lion Air yang Mendarat Darurat Bawa 206 Orang

    5 jam lalu
  • Lion Air Mendarat Darurat di    Palembang, Ini Penjelasan Manajemen

    Lion Air Mendarat Darurat di Palembang, Ini Penjelasan Manajemen

    15 jam lalu
  • Fintech yang Belum Terdaftar di BI Tetap Boleh Beroperasi

    Fintech yang Belum Terdaftar di BI Tetap Boleh Beroperasi

    15 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pilpres 2019, Elektabilitas Gatot Nurmantyo di Survei Poltracking

    Survei yang dilakukan Poltracking menyebutkan bahwa Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo selalu masuk bursa kandidat presiden untuk Pilpres 2019.

    Sumber: Google News | Berita 24 Babel

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »