www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bangka Belitung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Promosikan Pariwisata

Posted by On 00.37

Promosikan Pariwisata

Promosikan Pariwisata

Jumlah turis asing memang menurun di pengujung tahun lalu, terdampak meletusnya Gunung Agung di Bali. Namun, peristiwa semacam ini di negara lain justru bisa menarik wisatawan ke depan, setelah dikemas dalam paket wisata yang atraktif dan dipromosikan.

Italia misalnya, sukses mempromosikan dan mengemas wisata ke kota Pompeii and Herculaneum, yang diruntuhkan letusan dahsyat gunung berapi Vesuvius. Wisatawan mancanegara (wisman) diajak bertualang menyusuri gunung berapi yang masih aktif, di negeri yang meraih devisa US$ 40 miliar dari total 52 juta turis asing itu. Paket wisata beberapa minggu tersebut juga didampingi vulkanolog yang berpengalaman, plus liburan yang nyaman di kota-kota menarik Pulau Mafia, Sisilia.

Potensi wisata Indonesia sebenarnya juga tidak kalah menarik dibandingkan negara-negara destinasi wisata dunia seperti Italia atau tetangga kita, Thailand. Pembenahan juga telah dilak ukan di Indonesia dengan menggenjot pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pariwisata.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia ditargetkan mencapai 15 juta orang tahun lalu, namun diperkirakan tak mencapai target, mengingat hingga November 2017 baru sekitar 12,68 juta. Mungkin, realisasinya hanya 14 juta.

Sementara itu, pada 2019, sektor pariwisata Indonesia ditargetkan meraih 20 juta kunjungan wisman. Sedangkan devisa ditargetkan US$ 24 miliar, atau rata-rata belanja wisman di Indonesia US$ 1.200. Devisa ini mengalahkan ekspor komoditas unggulan kita, minyak sawit ataupun batu bara.

Namun, target itu hanya indah untuk presentasi, jika pemerintah terus mengabaikan promosi, yang menjadi salah satu kunci sukses pariwisata dunia. Salah satu kelemahan mengapa wisata Indonesia tidak maju-maju adalah minimnya kesadaran pemerintah untuk mempromosikan destinasi wisata kita. Masih banyak pejabat yang beranggapan promosi pariwisata tidak penting, yang penting adalah me mbangun infrastruktur. Para pejabat tak peduli bahwa Thailand lebih terkenal wisatanya karena gencar berpromosi, sehingga bisa mendatangkan 32,59 juta wisman dan meraup devisa US$ 49,87 miliar.

Padahal, pandangan yang menyepelekan promosi itu salah besar. Promosi pariwisata Indonesia seharusnya dilakukan simultan dengan pembangunan infrastruktur, apalagi sektor ini bisa menyerap puluhan juta tenaga kerja. Pariwisata juga efektif menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru, selain bisa menjadi penyumbang utama devisa negara.

Ke depan, pemerintah--terutama pemda yang langsung berkepentingan terhadap ekonomi daerah--perlu membangun fasilitas pariwisata yang baik seperti di Thailand. Selain ada toilet-toilet yang bersih untuk pria dan wanita yang dijaga petugas, Negeri Gajah Putih itu juga menyediakan pusat-pusat jajanan dan belanja suvenir yang nyaman dan aman.

Sebenarnya, di negeri kita juga sudah ada daerah yang bagus dalam membangun pariwisata, seperti Banyuwangi di Ja wa Timur. Pemdanya sudah membangun toilet yang bagus dan diurus oleh petugasnya, dengan tujuan agar ditiru warga.

Pemerintah daerah memang perlu mengajari warganya, misalnya dengan membangun restoran-restoran yang bisa dicontoh bentuk bangunannya hingga cara mengelola. Pusat-pusat penjualan suvenir atau oleh-oleh juga perlu dibangun pemda, dengan toko dikelola oleh koperasi. Para perajin, petani, ataupun produsen makanan bisa menitipkan barang-barangnya untuk dijual di sini.

Pemerintah juga perlu membangun hotel atau homestay untuk percontohan maupun pelatihan SDM-nya. Dengan demikian, warga setempat bisa membangun tempat-tempat penginapan yang baik, apalagi rakyat Indonesia suka meniru.

Masyarakat juga dididik untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan turis, misalnya tidak mencuri atau mengganggu mereka. Barang-barang yang ketinggalan juga harus diserahkan ke polisi untuk diumumkan ke publik, lewat internet misalnya. Apalagi, hidupnya pariwisa ta ini akan memajukan ekonomi warga juga.

Event reguler juga harus digencarkan, mulai dari yang sederhana, seperti senam bersama atau fun walk. Selain itu, event akbar perlu digelar secara tahunan, seperti gelaran budaya Banyuwangi Festival (B-Fest) hingga sport tourism Tour de Flores (TdF).

Secara bersamaan, promosi pun wajib digencarkan terutama untuk 10 destinasi unggulan baru, yang bisa menyamai Bali yang kini menyerap wisman 5 juta lebih. Destinasi yang digadang-gadang menjadi "Bali" baru ini adalah Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), dan Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung). Selain itu, Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), serta Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Apalagi, dana sebetulnya ada. Hanya saja, dana-dana negara ini oleh bupati/wali kota dan gubernur banyak yang digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif, plus proyek-proyek ajang korupsi.

Selain itu, ada lebih dari Rp 200 triliun dana daerah yang hanya diendapkan di bank. Padahal, jika 10 persen saja dana ini digunakan untuk mempromosikan 10 destinasi unggulan baru, seperti Labuan Bajo, maka wisata Indonesia bisa melejit melampaui Thailand maupun Italia.

PENULIS:

Investor Daily investor.co.id Daily news and information on financial markets and investments.
  • 1 Sepeda Motor Kembali ke Thamrin 2 Berebut Jatim-1 3 Menuju Jabar-1 4 Spectre dan Meltdown 5 Kereta Bandara Soekarno-Hatta
    • PN Jakut Konfirmasi Gugatan Cerai Ahok
    • Singapura Dilanda Banjir Bandang
    • Anies: Pencabutan Larangan Sepeda Motor Wajib Diikuti
    • Jadi Balon Wagub Jateng, Gus Yasin: Mohon Doa Restu
    • Ahmad Basarah Berpeluang Gantikan Azwar Anas
    • Polisi Tangkap Sutradara dan Pemeran Video Porno di Bandung
    • Politisi PKB Sebut Golkar dan Demokrat Akan Tarik Dukungan untuk Ganjar
    • Tidak Diusung di Pilwakot, Ketua Demokrat Kota Bogor Mundur
    • AS Bakal Usir 200.000 Warga El Salvador
    • 2019, Demokrat Buka Peluang Koalisi dengan PDIP
Sumber: Google News | Berita 24 Babel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »