www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bangka Belitung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sambut Persaingan 2018, Kemenpar dan ANRI Sinergi Bangun ...

Posted by On 05.27

Sambut Persaingan 2018, Kemenpar dan ANRI Sinergi Bangun ...

Sambut Persaingan 2018, Kemenpar dan ANRI Sinergi Bangun Pariwisata Sabtu, 23 Desember 2017 | 10:25 Share this post :

INDOPOS.CO.ID - Jangan alihkan perhatian dari pariwisata Belitung. Memiliki banyak spot eksotis, Belitung melakukan kalkulasi ulang potensi dan kekuatan industri pariwisatanya di The Margo Hotel, Depok, 21-22 Desember 2017.

Ada banyak hal positif yang akan digunakan sebagai starting point mengembangkan industri pariwisata di sana. So, lihat saja pengaplikasiannya tahun depan dengan kembali berkunjung ke Belitung.

Langkah strategis dilakukan industri pariwisata Belitung. Membidik peruntungan lebih di Tahun Anjing Tanah 2018 dari sektor pariwisata, Belitung pun memulainya dengan evaluasi dan pendat aan aset yang dimilikinya.

Melegitimasi semangat Indonesia Incorporated, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan rapat koordinasi (rakor) untuk pendataan ulang semua aset pariwisata milik Belitung. Koordiantor Panitia Rakor Pengelolaan Arsip Aset Nasional tahun 2017 untuk Belitung Asep Mukhtar Mawardi mengatakan, perlunya kesamaan pemahaman atas aset.

“Evaluasi dan koordinasi memang harus dilakukan. Kami berharap adanya sebuah kesepahaman antar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten-kota, terkait posisi arsip aset nasional khususnya di wilayah Belitung. Ini penting karena potensi yang dimiliki Belitung sangat besar,” kata Asep di sela Rakor Pengelolaan Arsip Aset Nasional tahun 2017 untuk Belitung.

Pembenahan sektor administrasi memang diperlukan, apalagi kue industri pariwisata terasa sangat legit di sana. Sampai dengan Oktober lalu, sektor pariwisata Belitung sudah mendonorkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 40% atau senilai Rp48 miliar. Jumlah ini pun tampaknya akan terus membengkak.

Sebab, Belitung juga punya momentum untuk menarik jumlah wisatawan lebih besar melalui perayaan Tahun Baru 2018. Sepanjang tahun 2017 ini, Belitung sedikitnya sudah mendapatkan PAD sebesar Rp120 miliar. Asep menambahkan, manajemen informasi aset diperlukan untuk memudahkan akses.

“Semua memang ditujukan untuk kemudahan akses informasi mengenai aset. Kami berharap semua arsip di bidang kekayaan alam dan budaya pariwisata Bangka Belitung menjadi lebih valid, termasuk sektor lainnya. Sama seperti pariwisata, bidang ekonomi, politik, pertahanan, kekayaan intelektual, dan aset vital lainnya bisa terjaga dengan baik,” tambah Asep.

Dengan bentang pantainya yang panjang, Belitung memiliki banyak destinasi wisata yang eksotis. Siapa yang tidak kenal dengan Pantai Tanjung Kelayang yang memiliki laut jernih kebiruan dan pasir putih yang dikombinasi dengan be batuan granit raksasa.

Tempat ini juga sangat terkenal karena keindahan sunset-nya, selain batu granit raksasa mirip Burung Garuda. Atau, Pantai Tanjung Tinggi yang menjadi lokasi shooting dari film Laskar Pelangi. Meski belum setenah spot lain, Belitung juga memiliki potensi terpendam Pulau Leebong yang bisa digunakan tracking dan dilengkapi keunikan rumah pohon.

“Semua data dan informasi pasti akan kami arsipkan. Nantinya akan disimpan dengan baik. Tujuannya agar tidak ada klaim dari negara lain. Ini semua untuk kebaikan bangsa, khususnya pariwisata Bangka Belitung. Muara dari semuanya tentu untuk Indonesia. Dengan data yang lengkap dan valid, pariwisata Belitung bisa melakukan berbagai perencanaan pembangunan yang terukur,” beber Asep.

Pembenahan dan pembangunan infrastruktur memang sedang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung. Dengan raihan besar PAD 40% dari pariwisata, sektor transportasi dan penginapan pun jadi salah satu prioritas. Me miliki modal potensi market, Belitung pun berhasil menarik investor besar.

Hotel Santika bersedia menyiapkan 136 kamar dengan total nilai investasi Rp200 miliar. Langkah serupa juga dilakukan Hotel JW Marriot dan Swiss-Belhotel dengan nilai investasi sekitar Rp200miliar sampai 300 miliar. Mereka membangun gedung baru dengan tinggi lima lantai.

“Berbagai upaya untuk memajukan pariwisata memang harus dilakukan. PAD kami memang 40% dari sektor ini. Selain promosi dan ketersediaan informasi akurat, kami juga berusaha menyempurnakan infrastrukturnya. Masuknya hotel berkelas tentu jadi keuntungan tersendiri. Dan, kami tetap fokus pada pembenahan aspek aksesibilitasnya karena traffic di sini memang cukup padat,” ujar Bupati Belitung Sahani Saleh.

Mengacu data milik Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jumlah okupansi hotel memang terkoreksi positif. Untuk Oktober di tahun ini saja, sebanyak 31.780 wisatawan atau naik 1,4% (0,38%-nya wi satawan mancanegara) dari bulan lalu yang sudah berkunjung ke spot-spot di wilayah ini.

Rata-rata wisatawan mancanegara meningap selama 2,48 hari atau lebih lama 0,79 hari dari wisatawan nusantara. Menggunakan pintu kedatangan udara selama Oktober, sebanyak 123,78 ribu wisatawan pun sudah berkunjung ke sana. Lalu, 9,48 ribu memilih melalui jalur laut.

“Dukungan ANRI luar biasa dan memiliki fungsi strategis untuk pariwisata, khususnya Belitung. Spot di Belitung punya potensi yang besar untuk dikembangkan dengan basic data akurat. Belitung juga bisa melindungi berbagai asetnya terutama keunikan budayanya. Semoga dengan berbagai infrastruktur dan layanan lebih baik lagi di tahun depan, akan semakin banyak lagi jumlah wisatawan yang datang ke Belitung,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat.

Pengelolaan aset memang memiliki dasar hukum, yaitu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 tentang Kearsipan. Selain itu, ada Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, semangat Indonesia Incorporated diperlukan destinasi wisata Bangka-Belitung agar selalu menjadi destinasi wisata dunia di tahun 2019. Belum lagi, Pulau Belitung yang memilliki julukan sebagai Negeri Laskar Pelangi saat ini menyandang sebagai status Geopark National.

“Terima kasih atas semangat Indonesia Incorporated untukmenjaga kekayaan alam di Bangka-Belitung. Ada chemistry yang kuat antara ANRI dan daerah untuk bersama-sama menjaga berbagai potensi juga kekayaannya yang dimiliki oleh Bangka-Belitung. Semangat ini tentu sangat mendukung target Bapak Presiden Joko Widodo untukmendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 nanti,” tandas Arief. (lis)

Kembali Kemenpar 300 x 250e-PermormanceLPSEPPIDJDIHN

Tweets by KemenparekrafSumber: Google News | Berita 24 Babel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »