www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ahok jadi inspirasi nama spesies cecak baru

Posted by On 02.44

Ahok jadi inspirasi nama spesies cecak baru

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

Ilustrasi cecak dari spesies Cnemaspis.
Ilustrasi cecak dari spesies Cnemaspis.
© Dhaval Momaya /Wikimedia Commons

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, biasa dipanggil Ahok, memang masih mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, karena kasus penistaan agama. Namun hal itu tidak menghalangi beberapa ilmuwan Indonesia untuk mengabadikan namanya pada hewan spesies baru.

Cnemaspis purnamai merupakan sebuah nama ilmiah yang dipilih untuk spesies cecak baru di Belitung. Cnem aspis merupakan genus cecak batu.

C. purnamai ditemukan secara tidak sengaja oleh dua peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu Amir Hamidy dan Irvan Sidik, beserta rekannya yaitu Danny Gunalen dan Fify.

Mereka sedang mengunjungi Desa Burong Mandi di Belitung Timur untuk sebuah penelitian pada Maret lalu. Di sana mereka menemukan seekor cecak di sekitar bebatuan granit.

Merasa tertarik, mereka kemudian berkomunikasi dengan Awal Riyanto, seorang peneliti LIPI yang berfokus pada kelompok hewan cecak. Dari sana penelitian lebih lanjut terhadap temuan tersebut dimulai.

C. purnamai diputuskan sebagai sebuah spesies baru berdasarkan beberapa ciri morfologi.

Dilihat dari fisiknya, cecak ini berukuran sama dengan cecak yang biasa kita jumpai. Namun uniknya Cnemaspis purnamai memiliki kulit kecoklatan dan aksen bercak kuning kehijauan.

Kemudian dari ketiadaannya skala tulang paha yang membesar, tidak adanya sisik seperti perisai, bonggol kecil yang mengelilingi ekornya, garis media terputus pada subkaudal, adanya alur berbeda pada permukaan lateral ekor, ada 22-24 lapisan tipis pada jari kaki keempat, dan bonggol kecil post-cloactal pada tiap sisi dasar ekor, seperti dilansir dari Viva.co.id (28/12).

Temuan awal spesies ini berjenis kelamin jantan. Untuk jantan dewasa spesies ini, peneliti menuliskan memiliki kekhasan yaitu ukuran panjang tubuh maksimal dari moncong hingga kloaka (lubang pembuangan urin dan feses) mencapai 50,8 mm, kepala cukup besar, moncong pendek, mata besar, daerah interorbital relatif luas, pupil bulat, dan panjang telinga 59,2 persen dari diameter mata.

Cnemaspis purnamai. (A) dari sisi kiri. (B) dari sisi kanan
Cnemaspis purnamai. (A) dari sisi kiri. (B) dari sisi kanan
© A. Riyanto /Plazi.org

Spesies baru cecak batu ini hanya diketahui dari tipe lokalitasnya. Spesies ini aktif pada siang hari di habitat hutan primer dataran rendah. Peneliti mengumpulkan spesies ini dari atas batu besar ada malam hari saat mereka beristirahat. Dari tiga sampel yang diambil peneliti, semua berada pada posisi 1-1,5 meter dari dasar hutan.

"Spesies baru ini kemungkinan masuk dalam grup (cecak batu) kendallii yaitu kelompok dengan ciri khas tidak mempunyai lubang prekloakal, tidak terdapat lubang femoral, sisik perut berlunas, benjolan tuberkular mengelilingi ekor membentuk bak cincin dan ujung ekor yang masih original berwarna hitam," ungkap Awal kepada Kompas.com (25/12).

Cecak batu umumnya tersebar di beberapa wilayah Afrika hingga Asia. Sebaran geografis marga cecak batu meliputi Afrika, subkontinen India, hingga Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, genus ini tersebar dari selatan hingga utara Laos, ke selatan meliputi Vietnam, Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaysia, ke area timur meliputi Kalimantan, kepulauan Seribuat, Anambas, Natuna, Bangka Belitung, Sumatra hingga pulau-pulau kecil di selatan-barat Sumatra.

Dengan temuan spesies baru ini, maka marga Cnemaspis bertambah menjadi 132 spesies dan 18 diantaranya, atau sekitar 13,6 persen, ada di Indonesia.

Amir dan Irvan lalu menjelaskan keputusan mereka memberi nama cecak tersebut dengan nama salah satu tokoh terkenal di Belitung, yaitu Ahok.

Keduanya beralasan pemberian nama tersebut didedikasikan atas jasa Ahok dalam memimpin Belitung Timur dan dilanjutkan memimpin sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Nama ini tersebut didedikasikan sebagai penghargaan kepada salah satu tokoh nasional kelahiran Belitung Timur, yaitu Basuki Tjahja Purnama atau pak Ahok yang pernah memimpin Belitung Timur dan memimpin DKI dengan tegas dan kejujuran serta merakyat."

Temuan tersebut kemudian dipublikasikan dalam j urnal Zootaxa bertanggal 30 November 2017.

Sumber: Google News | Berita 24 Babel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »