GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung Binga

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung Binga

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung Binga Pemberian bantuan alat tangkap dan sarana penangkapan ikan yang diberikan tersebut adalah salah satu bentuk …

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung Binga

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung Binga

Pemberian bantuan alat tangkap dan sarana penangkapan ikan yang diberikan tersebut adalah salah satu bentuk kerjasama BI dengan...

BI Serahkan Bantuan Alat Tangkap bagi Nelayan Tanjung BingaBangkapos/ZulkodriIlustrasi - Ratusan perahu nelayan yang berjejer berlabuh di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Tanjungpandan, Senin (13/11/2017).

Laporan Wartawan Pos Belitung, Novita

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Bank Indonesia (BI) menyerahkan bantuan alat tangkap dan sarana penangkapan ikan kepada Koperasi Serba Usaha Perikanan Sumber Rejeki di Desa Tanjung Binga Kecamatan Sijuk, Jumat (24/11).

Bantuan secara simbolis diserahkan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto kepada Ketua Koperasi Serba Usaha Perikanan Sumber Rejeki Benny, disaksikan Bupati Belitung Sahani Saleh dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung Destika Efenly.

Pemberian bantuan alat tangkap dan sarana penangkapan ikan yang diberikan tersebut adalah salah satu bentuk kerjasama BI dengan Pemkab Belitung, yang telah dirintis sejak tahun 2016 lalu.

Tahun 2016 lalu BI memfasilitasi anggota kelompok nelayan melakukan studi banding.

Mengapa sekarang BI juga mengurus nelayan? Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto menjelaskan bahwa BI juga mendapatkan amanah menjaga nilai uang agar tetap stabil, selain yang berkaitan dengan pencetakan dan peredaran uang.

Tahun 2014 inflasi Babel cukup tinggi. Bahkan inflasi di Belitung saat itu tertinggi di Indonesia.

Maka BI melakukan kajian, yang hasilnya mempe rlihatkan ikan menjadi satu di antara penyumbang inflasi.

"Saat harga ikan tinggi, inflasinya luar biasa. Mungkin saat kondisi pasokan ikan sedang berkurang nelayan sedang berada pada posisi lemah dan perlu bantuan. Mungkin saat panen hasilnya lumayan. Saat paceklik cash flow-nya terganggu," kata Bayu dalam sambutannya.

BI kemudian berpikir bagaimana memberdayakan nelayan. Saat itu sudah ada kelompok nelayan dan BI memilih bekerjasama di Belitung karena dinilai paling siap.

"Itulah kelompok UMKM nelayan pertama di Babel. Di Indonesia saja masih jarang. Mudah-mudahan ini berhasil dan bisa ditularkan ke tempat lain di Babel," kata Bayu. (*)

Penulis: Novita Editor: aladhi Sumber: Pos Belitung Ikuti kami di Mengaku Ingin Pulang ke Bone, Seorang Ayah di Jakbar Gendong 2 Anak Berjalan Tanpa Alas Kaki Sumber: Google News | Berita 24 Babel

Tidak ada komentar