www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bangka Belitung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PLN Kucurkan Rp 1,54 Triliun Bangun Kabel Laut Di Bangka Belitung

Posted by On 22.44

PLN Kucurkan Rp 1,54 Triliun Bangun Kabel Laut Di Bangka Belitung

  • Home
  • Berita
  • Energi

Energi

PLN Kucurkan Rp 1,54 Triliun Bangun Kabel Laut Di Bangka Belitung Pembangunan kabel bawah laut ini diharapkan bisa menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik Bangka Belitung. PLN Jum'at 15/12/2017, 17.14 WIB Anggita Rezki Amelia Wamen ESDM Soroti Berkurangnya Pelanggan PLTS di Belitung PLN Gaet Investor Prancis Bangun Pembangkit Tenaga Angin dan Surya Toyota Butuh Infrastruktur dan Regulasi Mobil Listrik di Indonesia

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun kabel bawah laut di Bangka Belitung. Proyek senilai Rp 1,54 triliun ini nant inya akan menghubungkan jaringan listrik di Tanjung Api-api Sumatera Selatan dengan Muntok Bangka Belitung.

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera Budi Pangestu mengatakan proyek yang masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 hingga 2027 ini akan mulai dibangun tahun depan. Proyek ini akan membutuhkan 36 kilometer sirkit (kms) kabel laud an kurang lebih 29 kms saluran udara tegangan tinggi (SUTT).

Daftar newsletter Katadata sekarang! Dapatkan berita terbaru pilihan kami melalui email Anda setiap hari (Senin - Jumat). Saya setuju untuk menerima promosi dari produk & layanan Katadata. Kode Keamanan Baru Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Alamat email Anda telah terdaftar Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kam i. Silahkan coba beberapa saat lagi Silahkan mengisi alamat email Silahkan mengisi alamat email dengan benar Masukkan kode pengaman dengan benar Silahkan mengisi captcha

Budi mengatakan proyek tersebut akan selesai pada 2020 mendatang. Kabel tersebut akan mengalirkan listrik sebesar 300 MW. "Kami harapkan dengan adanya proyek ini Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik Bangka Belitung bisa turun," kata dia di Media Gathering di Bangka Belitung, Kamis malam (15/12).

PLN sudah mengerjakan pengerjaan awal untuk mendukung berjalanannya proyek tersebut. Pertama, pengurusan analisis dampak lingkungan (AMDAL). Kedua, PLN sudah menyiapkan dua line bay exstention di Gardu induk tanjung Api-Api.

Ketiga, PLN sudah dilakukan sosialisasi proyek tersebut kepada pihak terkait. Di antaranya adalah Direktorat Jenderal Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Laut (AL), Hubla , TNI AL, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) , Dinas Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral provinsi kepulauan Bangka Belitung dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Mengacu data PLN, Setelah menggunakan kabel laut maka BPP Bangka Belitung bisa turun hingga Rp 1.895 per kWh. Saat ini BPP Bangka Belitung masih berkisar Rp 2.848 per kWh, harga ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan BPP untuk Sumatera yang saat ini mencapai Rp 1.006 -1.030 per kWh.

Menurut General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung Susiana Mutia, selama ini BPP Bangka Belitung mahal karena menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Penggunaan BBM ini bisa mencapai 60%. Kemudian 30% berasal dari batu bara dan sisanya energi baru terbarukan.

(Baca: PLN Targetkan Amendemen Dua Kontrak PLTU Selesai Bulan Depan)

Dengan adanya jaringan interkoneksi melalui kabel laut harapannya bisa menggunakan batu bara, dengan demikian BPP Bangka Belitung akan efisien . "Batu bara ini murah. Selama ini batu bara itu adalah komponen energi di Bangka Belitung yang lebih murah dibandingkan yang lain," kata Susiana.

Artikel Terkait Wamen ESDM Soroti Berkurangnya Pelanggan PLTS di Belitung Saat ini hanya ada 14 kepala keluarga yang memanfaatkan itu. Padahal saat beroperasi 2013 bisa mencapai 80 kepala keluarga. PLN Gaet Investor Prancis Bangun Pembangkit Tenaga Angin dan Surya Total nilai investasi proyek tersebut adalah US$ 15,5 juta atau Rp 211 miliar. Toyota Butuh Infrastruktur dan Regulasi Mobil Listrik di Indonesia Rouli mengatakan perlunya ada pentahapan terapan teknologi mobil elektrik ini yang saat ini dimulai dengan mobil hybrid terlebih dahulu.

Berita Terpopuler

Nasional Tiga Pulau Disulap Jadi Kapal Induk TNI Bakal Beroperasi 2019 Rencananya kapal induk ini akan dibangun di tiga pulau terluar, yakni Natuna, Bitung, dan Sela ru. Internasional Kecam Trump soal Yerusalem, Jokowi Sampaikan Enam Usulan di KTT OKI "Dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia ada keberpihakan terhadap Palestina," kata Jokowi Nasional Bappenas Serahkan Kajian Ibukota Baru ke Jokowi Akhir Bulan Ini "Sekarang sudah hampir selesai," ujar Bambang Nasional Terpilih Jadi Ketua Golkar, Airlangga Tegaskan Dukung Jokowi di 2019 Airlangga menyatakan tak ada faksi dalam Golkar dan berjanji akan mengakomodasi berbagai pihak dalam ... Makro Pajak Sudah Tembus Rp 1.000 Triliun, Shortfall 2017 Bisa Lebih Kecil "Tahun lalu di periode ini, penerimaan baru Rp 958 triliun. Jadi shortfall-nya Rp 400-an triliun. Se ...

Opini

Fahmy Radhi Fahmy Radhi

Menggugat Survei Fraser Berdasarkan Manfaat Gross Split

Madjedi Hasan Madjedi Hasan

Potensi Masalah Skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split

Kishore Mahbubani Kishore

Sistem Pendidikan Perlu Adaptasi dengan Disrupsi Teknologi

Irvan Rahardjo Irvan Rahardjo

Setahun Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Jalan di Tempat

Sampe L. Purba Sampe L Purba

Mematut Potensi India, Pasar Raksasa Gas Dunia

Baca juga Taksi Online Digital Panasnya Persaingan Uang Elektronik GoJek dan Grab Jelang Tutup Tahun Menteri Ar   candra Energi Wamen ESDM Soroti Berkurangnya Pelanggan PLTS di Belitung Pusat Perikanan Nasional Maritim Hingga Oktober, Ekspor Perikanan Capai 51% dari Target US$ 7 Miliar Bitcoin Digital Perusahaan Teknologi Asal Jepang Bayar Gaji Karyawan Pakai Bitcoin Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Infomark Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Keterbukaan-Data , Indonesia-Masih-Tertinggal Infomark Keterbukaan Data, Indonesia Masih Tertinggal Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat Infomark Izin Tak L ayak, Penerimaan Negara Terhambat Sumber: Google News | Berita 24 Babel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »