www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bangka Belitung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Letusan Gunung Tambora Dulu Gelapkan Dunia, Lebih Ngeri Jika Meletus Lagi 2085 Nanti

Posted by On 19.30

Letusan Gunung Tambora Dulu Gelapkan Dunia, Lebih Ngeri Jika Meletus Lagi 2085 Nanti

Letusan Gunung Tambora Dulu Gelapkan Dunia, Lebih Ngeri Jika Meletus Lagi 2085 Nanti

Jika letusan terjadi pada tahun 2085, diprediksi dampaknya akan lebih dahsyat dari sebelumnya.

Letusan Gunung Tambora Dulu Gelapkan Dunia, Lebih Ngeri Jika Meletus Lagi 2085 NantiKOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATPerjalanan menuju dasar kaldera Gunung Tambora melalui jalur Doro nCanga di Dompu, NTB, 24 Agustus 2014.

BANGKAPOS.COM -- Meski kita semua tidak berharap kejadian ini akan terulang di masa depan, peneliti punya prediksi mengenai dampak yang akan terjadi jika Gunung Tambora di Dompu, Nusa Tenggara Barat, meletus.

Sejarah mencatat kalau erupsi Tambora pada tahun 1815 menja di salah satu letusan gunung berapi terdahsyat.

Dampaknya hingga belahan bumi lain dan memicu "tahun tanpa musim panas" pada tahun 1816.

Baca: Begini Cara Licik Pelaku Sebar Luas Video Mesum Siswi Samarinda

Kejadian ini memicu gagal panen dan penyakit yang meluas, membuat lebih dari 100.000 kematian di seluruh dunia.

Ketinggian Gunung Tambora di NTB sebelum meletus tahun 1816
Ketinggian Gunung Tambora di NTB sebelum meletus tahun 1816
//

Nah, jika letusan terjadi pada tahun 2085, National Center for Atmospheric Research (NCAR) memprediksi dampaknya akan lebih dahsyat dari sebelumnya.

Suhu akan turun drastis, siklus air terganggu, serta mengurangi jumlah curah hujan yang turun secara global.

//

Baca: Istri Gerebek Kepsek Lagi Beginian dengan Janda di Perpustakaan

Alasan perbedaan efek yang terjadi pada tahun 1815 dan 2085 terkait dengan lautan yang diperkirakan akan menjadi lebih bertingkat karena planet ini menghangat, dan oleh karena itu kurang mampu mengatasi dampak iklim yang diakibatkan oleh letusan gunung berapi.

"Kami menemukan bahwa lautan mempunyai peran penting dalam mengatasi, dan memperpanjang pendinginan permukaan yang disebabkan oleh letusan 1815," kata John Fasullo, peneliti NCAR seperti dikutip dari Phys, Selasa (31/10/2017).

Saat meletus, Gunung Tambora memuntahkan sejumlah besar sulfur dioksida ke atmosfer yang kemudian berubah menjadi partikel sulfat yang disebut aerosol.

Baca: Arab Saudi Larang Pemberian 51 Nama Bayi, 6 Nama Populer di Indonesia

Saat aerosol mulai menghalangi sebagian panas matahari, terjadi proses pendinginan. Di saat yang sama, lautan berfungsi sebagai penyeimbang penting untuk mengurai efek letusan.

Seiring permukaan lautan mending in, air yang lebih dingin turun dan bercampur dengan air yang lebih hangat dan melepaskan lebih banyak panas ke atmosfer.

Dampak letusan Gunung Tambora
Dampak letusan Gunung Tambora

Namun, hal berbeda terjadi jika Tambora meletus pada tahun 2085. Peneliti berkata jika kemampuan laut untuk membantu mengatur proses pendinginan akan berkurang.

Ini karena suhu laut semakin bertingkat, suhu di laut bagian atas tidak menembus ke kedalaman seefisien pada tahun 1815.

Dengan kata lain, air dingin akan terperangkap di permukaan laut daripada bersirkulasi ke tingkat yang lebih dalam.

Baca: Terungkap 4 Fakta Baru Seputar Hanna Anisa dan Kasus Video Mesumnya

Akibatnya, pendinginan terjadi 40 persen lebih lama dan lebih parah dibandingkan tahun 1815. Bahkan, bisa berlangsung hingga beberapa tahun.

Suhu p ermukaan laut yang dingin akibat erupsi juga mencegah penguapan. Ini berarti, selain penurunan suhu yang drastis, manusia juga bisa menghadapi kekeringan parah di tahun-tahun setelah letusan gunung berapi besar karena hujan tidak turun.

Temuan mengenai dampak letusan Tambora dilakukan dengan menggunakan dua simulasi dari Community Earth System Model. Simulasi pertama mensimulasikan iklim Bumi dari tahun 850 hingga 2005, termasuk erupsi vulkanik yang terjadi dalam sejarah.

Kedua, mensimulasikan iklim Bumi yang menghasilkan hipotesis meletuskan Gunung Tambora pada tahun 2085.

"Penelitian ini memberikan persepektif bagaimana di masa depan iklim bisa berpengaruh pada letusan gunung berapi," kata Otto-Bliesner, peneliti lain yang terlibat dalam studi ini. (Kompas.com)

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Editor: fitriadi Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Beredar Rekaman 2 Guru di Jambi Berbuat Mesum di Ruang Kelas, Masing-masing Sudah Berkeluarga Sumber: Tribun Bangka

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »